Rabu, 09 Desember 2009

Nick Jonas Says His Brothers Are 'Supportive' Of Solo Side Project



Nick Jonas took the stage without Kevin and Joe on December 1 at the Grammy nominations concert. It was the first time Jonas Brothers fans had seen him perform without his superstar siblings by his side. But there's no sibling rivalry here: He has the full support of his bros as he embarks on his side project, Nick Jonas and the Administration.

"They said they really enjoyed watching me perform from that perspective, which was really cool to hear," said Nick, who will release his LP with the Administration, Who I Am, on February 2.

Not only did he receive rave reviews from his brothers, but he has also heard good things from his fans, who are equally supportive of the solo jaunt. "[My brothers] were so supportive, and they said it was awesome," he told MTV News. "And they said people in the audience reacted really well, and they heard some great things. And so that was really encouraging."

Jonas will hit the road with his side project in January, and his big brothers are going to let him have the spotlight. "As far as them coming to shows, I think they definitely will. They've already talked about coming to the Wiltern [in Los Angeles] and the Beacon [in New York]," he said. "They also want to give me my time to do my thing out on the road, but they're going to be there supporting me as well."
-courtesy:www.mtvasia.com-

Ne-Yo Live in KL, Malaysia on January 7, 2010



Date: January 7, 2010 (Thursday)
Time: 8 pm
Venue: Sunway Lagoon Surf Beach (Kuala Lumpur, Malaysia)
Ticketing: RM260 (Phuture Zone), RM170 (Phlow Zone), RM140 (Purple Zone)
For ticketing information, call: 603-7725-1177, or visit www.tickethotline.com.my. For further enquiries, email: concert@phuturephlow.com.

Grammy award winner Ne-Yo will be performing in Malaysia for the first time! His debut concert Ne-Yo Live In KL 2010, is scheduled for January 7th 2010, 8pm at Sunway Lagoon Surf Beach. Kuala Lumpur will be one of the various stops on Ne-Yo's Year of the Gentleman Tour. The concert is expected to bring in fans locally as well as from neighbouring countries, such as Singapore, Brunei and Indonesia.

Prior to the show, audiences will be entertained by the opening act, local jazz songstress Najwa Mahiaddin.

Ne-Yo is currently one of the hottest Pop and R&B singer-songwriters in the world. Ne-Yo's hit songs "So Sick", "Closer "and "Miss Independent "all gained #1 spots on the Billboard charts and his #1 album In My Own Words has sold over 1.4 million records to date. He first broke into the music industry in 2004 when he wrote the hit song "Let Me Love You" for singer Mario and continued to produce #1 hits: Rihanna's "Unfaithful" and Beyonce's "Irreplaceable". Ne-Yo has also won Best Male R&B Vocal Performance and Best R&B song at the Grammy's.

Ne-Yo Live in KL is also a concert with a cause: Due to the recent disasters that occurred in the region, Phuture Phlow has appointed Force of Nature (FON) as the charity beneficiary for the concert. In an effort to raise funds, 50% from revenue of VVIP charity seats will be donated to FON.
-Courtesy: www.mtvasia.com-

NEWS UPDATE

-courtesy: www.detik.com-
Rabu, 09/12/2009 18:53 WIB
13 Jurus Melumpuhkan KPK
Pemberantasan korupsi di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diprediksi bisa lebih memburuk di tahun-tahun mendatang. Pasalnya, di era SBY inilah terdapat upaya pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dilakukan secara sistematis.

"Terdapat 13 jurus untuk melumpuhkan KPK," kata Koordinator Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch (ICW) Danang Widoyoko saat acara refleksi hari antikorupsi sedunia, di kantor Tranparency International Indonesia (TII) Jl Senayan Bawah, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (9/12/2009).

Danang merinci ketigabelas jurus melumpuhkan KPK yang pernah terjadi dan terus terjadi hingga kini. Jurus-jurus itu adalah pertama, Judicial Review UU KPK ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Setidaknya MK telah menerima delapan kali UU KPK untuk diuji, salah satu
putusannya terkait dengan pengadilan tindak pidana korupsi," kata dia.

Kedua, pengkerdilan kewenangan penyadapan. Percobaan pelemahan KPK melalui jurus ini dilakukan berulang kali. "Kasus terakhir adalah Rancangan PP Penyadapan yang diinisiasi Depkominfo," imbuhnya.

Ketiga, menghilangkan atau mengaburkan kewenangan penuntutan KPK. Jurus ini sempat disusupkan dalam RUU Pengadilan Tipikor yang menyatakan penuntutan akan dikembalikan pada koordinasi Jaksa Agung. Keempat, serangan legislasi.

"Jurus ini dilakukan pada kasus RUU KPK (revisi UU No. 30 tahun 2002 tentang
KPK, RUU Tindak Pidana Korupsi (revisi UU No. 31 tahun 1999 Jo UU No. 20 tahun 2001) serta Perppu No. 4 tahun 2009 yang menjadi dasar hukum kewenangan Presiden menunjuk langsung pimpinan KPK sementara," paparnya.

Kelima, ide pembubaran KPK. Ancaman ini pernah dilakukan kalangan DPR periode 2004-2009 dari Partai Demokrat pasca KPK melakukan penggeledahan Gedung DPR. Keenam, penarikan personal penyidik dan auditor.

"Pada November 2008, Mabes Polri menarik tiga perwira polisi yang diperbantukan di KPK. Pada Mei 2009, BPKP berupaya menarik 25 auditor yang sangat membantu pembongkaran korupsi di KPK. Atas tekanan publik, rencana itu urung dilakukan," jelasnya.

Ketujuh, membekukan fungsi penyidikan dan penuntutan KPK. Sebagian besar anggota Komisi III DPR periode 2004-2009 sempat meminta KPK cuti, karena jumlah pimpinan tidak cukup lima orang, sehingga mereka mengatakan penyidikan dan penuntutan tidak sah atau ilegal.

Kedelapan, rencana audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terhadap KPK. BPKP mengatasnamakan perintah SBY untuk mengaudit KPK.

"Presiden lalu membantah, namun publik tidak pernah tahu tentang ketegasan
sanksi terhadap Kepala BPKP," ungkapnya.

Kesembilan, kriminalisasi dan rekayasa hukum terhadap dua pimpinan KPK. Dari
pemeriksaan Tim 8 jelas terlihat tidak cukup bukti, bahkan proses hukum terkesan dipaksakan untuk menjerat Bibit-Chandra.

"Anggodo sebagai aktor utama dalam dugaan rekayasan yang bahkan mencatut nama Presiden SBY tidak disentuh," ujar Danang.

Kesepuluh, ancaman terhadap investigasi kasus Century. Sempat beredar pesan pendek (sms) tentang ancaman yang diduga berasal dari salah satu petinggi kepolisian terhadap dua penyidik KPK yang berada di Surabaya.

Kesebelas, penolakan pengajuan anggaran KPK.

"Pada November 2008, permohonan dana untuk pemberantasan korupsi dan
pembangunan gedung KPK di rekening 069 RAPBN 2009 ditolak DPR. Saat itu, KPK sedang gencar membongkar praktek suap anggota DPR," jelasnya.

Keduabelas, ancaman bom. Gedung KPK beberapa kali diancam bom, yakni pada Februari 2008 dan Juli 2009.

Ketigabelas, proses seleksi pimpinan KPK. Track record tidak menjadi pertimbangan serius bagi panitia seleksi yang dibentuk Presiden SBY untuk memilih calon pimpinan KPK.

"Komisi III DPR pun tetap memilih Antasari Azhar yang ditolak masyarakat luas karena rekam jejaknya sebagai jaksa bermasalah di beberapa daerah," ujar Danang.

Upaya-upaya pelemahan itu membuat pemberantasan korupsi di Indonesia menjadi suram. "Presiden SBY belum berhasil memimpin pemberantasan korupsi," lanjut Danang.


-courtesy: www.metrotvnews.com-

Pelaku Pemukulan JJ Rizal Langgar Prosedur Kepolisian

Hukum & Kriminal / Rabu, 9 Desember 2009 17:55 WIB

Metrotvnews.com, Depok: Empat oknum polisi Kepolisian Sektor (Polsek) Beji dinyatakan terbukti melanggar prosedur kepolisian serta hak asasi manusia (HAM).

"Dua oknum polisi, yakni Briptu An, anggota Kepolisian Resor Depok dan Briptu MS, anggota Polsek Beji terbukti telah menganiaya Rizal," kata Wakil Kepala Polres Depok Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ahmad Subarkah usai sidang disiplin terhadap empat oknum polisi tersebut di Polres Depok, Rabu (9/12).

Kedua oknum polisi tersebut dihukum kurungan 21 hari dan dimutasi dari jabatannya. Sedangkan dua oknum anggota polisi lainnya, Briptu Sup dan Brigadir Sar dikenai hukuman kurungan selama 14 hari dan 7 hari dan dimutasi dari jabatannya semula sebagai anggota Polsek Beji.

"Keduanya telah melanggar disiplin Polri karena tidak melindungi dan mengayomi masyarakat," jelasnya.

Lebih lanjut Subarkah mengatakan putusan sidang tersebut, merupakan sanksi terberat yang diterapkan terhadap pelanggar disiplin Polri. Dalam pemeriksaan sidang disiplin, Briptu An mengakui dirinya telah menganiaya Rizal.

"Saya dua kali memukul dada serta satu kali menendang kaki Rizal," jelasnya.

Sedangkan Briptu MS mengatakan saat peristiwa tersebut, dirinya sudah menampar pipi Rizal dua kali. Ia mengaku hal tersebut dilakukan sebagai gerakan refleks.

Sementara itu, JJ Rizal mengatakan kecewa dengan hasil putusan sidang disiplin tersebut karena tidak sesuai dengan dampak yang ditimbulkan di mata masyarakat.

Dikatakannya putusan hukum yang dijatuhkan tersebut tidak mencerminkan pola hukum yang ditetapkan dalam reformasi di tubuh Polri. "Sanksinya seharusnya bisa sampai dipecat," ujarnya.

Rizal juga mengatakan tidak pernah diteriaki maling dan dipukuli oleh massa, situasi saat itu ramai karena baru kelar pertunjukan musik di Margo City

feelings that will never be forgotten

I don't know why it feels so hurt me.
Fighting with my best friends?
I think it's very bad thing to do, but actually I don't know what to do.
They're lying to me and it happened very often
so I think I can give another 2nd chance to them.

but now, it really hurts me.
I can't forget them
they're too precious for me, I just can't enjoy my day like usual without them.
where are you guys?
why you do that to me?
if you want to say something,please tell me the truth, not a lie.
truth does hurt,but it makes me better to know from yourself than the other people.

in this time, I want to cry, but I realize that I should not do.
I know I can find another friend who better than all of you, but they will be different with you.
my world never be the same without you
I miss you all guys
I love you until now
and I don't know why eventhough you hurt me, I'm still here to hear your apologize.
so, if you know that I'm waiting your apologize, please do it now.
this situation makes me confuse.

*those referred to in this paper, they are:
-Faisal Fahmi
-Muhammad Sulaiman
-Fajar Surya Lesmana

to Aanas Allie

This is an expression for someone who is very far there.
for someone who was in Bangkok, Thailand

you who made me love photography and art
you who inspired me to stay alive
You can make me rise from adversity
You have made me be in a position today. IN LOVE WITH YOU

Selasa, 06 Oktober 2009

kayak apa banget yah nih.
gue seharusnya nyari tugas pkn dan nyari bahan project fashion gue yang abru .
tapi kenapa jadi lagi gak bisa mikir apa-apa gini.
kenapa mesti 3 orang?
kenapa mesti temen gue?
kenapa harus gue yang negerasain kayak gini?
ini kayak kebodohan atau hal gila yang pernah gue alami.
menyukai 3 orang cowok yang ternyata mereka adalah temen-temen gue juga. gila banget aja!